Profil BAZNAS Tanah Laut

Latar Belakang

Penunaian zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu sesuai dengan syariat Islam. Zakat merupakan pranata keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keadilan, kesejahteraan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan.

Syariat zakat diturunkan kepada Rasulullah saw pada tahun kedua hijriyah. Pada masa itu, Rasulullah saw turun tangan dan mengangkat beberapa sahabat sebagai amil zakat yang bertugas menarik zakat dari muzaki, mendatanya di Baitul Maal, dan menyalurkannya kepada mustahik.

Badan Amil Zakat Nasioanal (Baznas) Tanah Laut dibentuk oleh Ditjend Bimas Islam Kementerian Agama RI No. DJ.II/568 tahun 2014, selanjutnya Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tanah Laut periode 2016-2021 diangkat berdasarkan SK Bupati Tanah Laut No: 188.45/526-KUM/2016, tgl 3 Mei 2016 dan dilantik pada 30 Mei 2016 di Halaman Kantor Bupati Tanah Laut. BAZNAS Tanah Laut merupakan lembaga Pemerintah nonstruktural yang berbertanggung jawab kepada Ketua BAZNAS Prov. KalSel dan Bupati Tanah Laut. yang secara kelembagaan mempunyai kewenangan untuk melakukan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat secara nasional di Kab. Tanah laut.

Landasan Konstitusional

  1. UURI. No. 23 Th 2011, 25 November 2011 Tentang Pengelolaan Zakat.
  2. PPRI. No 14 Th 2014, 14 Februari 2014 tentang Pelaksanaan UURI No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
  3. Inpres No 3 Th 2014, 23 April 2014 tentang optimalisasi Pengumpulan zakat di Kementerian/ Lembaga/Sekretariat Jendral Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, pemda, BUMN,BUMD melalui Badan Amil Zakat Nasional.
  4. SE Mendagri RI Nomor 450.12/3302/SJ tanggal 10 Juni 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat.
  5. Keputusan Ditjend Bimas Islam Nomor DJ.II/568 tahun 2014, 5 juni 2014, tentang Pembentukan Badan Amil Zakat Nasional Kab/Kota se Indonesia.
  6. Permenag RI No.52 th 2014 ttg. Syarat & Tatacara Penghitungan Zakat
  7. Perbaznas No 1 thn 2016, ttg. Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).
  8. Perbaznas No 2 tahun 2016, ttg. Pembentukan dan Tata kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
  9. SK Bupati Tanah Laut Nomor: 188.45/526-KUM/2016 ttg Pengangkatan Pimpinan (BAZNAS) Tanah Laut Periode 2016 – 2021
  10. Instruksi Bupati Tala No 1 Th 2016, ttg optimalisasi Pengumpulan ZIS SKPD, BMD melalui (BAZNAS) Tala.

Landasan Syari’ah

Al-Qur’an

  1. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguh- nya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” *QS At-Taubah (9) ayat 103]
  2. Ada 29 ayat dalam Al-Qur’an Yang menyatakan kata zakat dirangkai dengan kata salat, antara lain: dalam QS Al baqarah ayat (43). Dan lainnya.

Al-Hadits

  1. “Dari Yazid bin Amru al-Ma’afiri dari orang yang pernah mendengar ’Uqbah bin ‘Amir al Juhani, ia berkata, “Rasulullah telah mengutusku sebagai petugas zakat. Lalu saya meminta izin kepadanya bahwa kami nantinya akan memakan sebagian dari harta itu. Lalu beliau pun memberikan izin kepada kami.” (HR. Ahmad)
  2. Ada bebrapa hadits tentang zakat yang diriwayatkan Bukhari-Muslim : “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat ihsan (profesional) atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)

Fikih Zakat

  1. “Kewajiban zakat merupakan sarana paling utama untuk mengatasi kesenjangan antara yang kaya dengan yang miskin dan mewujudkan jaminan sosial dalam Islam.” (Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqhul Islamy, Jilid II hal 732)
  2. Rasulullah bersabda: “Bersihkanlah hartamu dengan zakat dan obatilah sakit-sakit kalian dengan sadaqah dan tolaklah olehmu bencana-bencana itu dengan do’a “. (HR. Khatib dari Ibnu Mas’ud)